by

Review Awal FIFA 20

Beberapa bulan lalu EA Sport mengadakan uji coba tertutup game FIFA 20. Karena itu hanya orang-orang beruntung yang bisa mencicipi lebih awal game tersebut.

Pada close beta ini tidak semua mode bisa dimainkan. Mode yang tersedia di antaranya adalah: Volta Football, Kick Off, dan Pro Club.

Dan satu lagi yang penting, karena gameplay dari FIFA 20 bersifat rahasia, di sini saya tidak bisa memberikan screen shot.

Kalau begitu, langsung saja kita mulai pembahasan mengenai kesan pertama saya ketika memainkan FIFA 20.

  1. Mode
Fifa 20

Di sini saya hanya memainkan mode Kick-off. Tim yang bisa dipilih antara lain: Liverpool, Manchester City, Borussia Dortmund, Atletico Madrid, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain.

2. Tempo

Tempo FIFA 20 sangat berbeda dengan FIFA 19 atau versi sebelumnya sampai-sampai kamu tidak akan mengenalinya. Tempo pada FIFA 20 terasa lebih lambat dalam semua aspek. Alasannya mungkin agar lebih mirip dengan permainan sepak bola di kehidupan nyata.

Salah satu dampak dari perubahan ini adalah membuat penguasaan bola menjadi sangat penting. Itu karena jika kamu kehilangan bola, musuhmu akan membawa bola tersebut dalam waktu yang sangat lama. Apalagi fitur pressing otomatis oleh AI tidak seefektif versi sebelumnya.

Dampak lain dari diperlambatnya tempo adalah pemain yang memiliki akslerasi tinggi jadi terasa over power. Sebagai contoh adalah M. Salah dan Sadio Mane. Mereka berdua hampir selalu bisa melewati pemain bertahan dengan memainkan tempo kecepatan lari (menambah dan mengurangi kecepatan dalam waktu singkat). Dan ini merupakan sesuatu yang mustahil di FIFA 19.

3. Kekuatan

Hal lain yang mengagetkan saya adalah kombinasi antara akslerasi dan kekuatan bisa membuat pemain jadi tak terkalahkan. Tidak peduli entah itu offense maupun defense.

Untuk contohnya adalah Leroy Sane, pemain yang kuat dan tinggi. Ketika dia menggiring bola, itu akan sangat sulit untuk direbut.

Di sisi lain, Virgil van Dijk, pemain dengan akslerasi, kekuatan dan teknik yang hebat, bisa merebut bola dengan mudah dari hampir seluruh pemain Manchester City.

4. Shooting

Fifa 20

Di game yang saya mainkan, Manchester City menang 2-0 atas Liverpool, dengan gol yang dua-duanya dicetak oleh Sergio Aguero dan semuanya dari luar kotak pinalti.

Ketika kita menendang rasanya lebih responsif dan realistis, terutama dari lintasan bola saat ditendang dan berpengaruhnya posisi pemain terhadap tendangan yang dihasilkan.

Dua gol yang saya cetak dengan Aguero pada dasarnya mempunyai skenario yang sama: menerima bola, berbelok sedikit agar bola berada di kaki kanan, lalu menendangnya ke sisi pojok atas gawang. Saya tidak menggunakan trik apa pun; hanya memakai tombol B/O. Dengan begitu, karena dua hasil ini mirip, rasanya menendang bola ke gawang bukan lagi seperti lotre layaknya di FIFA 19.

5. META

Tidak banyak strategi yang mungkin akan muncul. Dan juga menggunakan trik saat menggiring juga sulit dilakukan.

Jadi satu-satunya strategi yang bagus menurut saya adalah umpan satu-dua di area tengah lapangan. Karena temponya yang diperlambat, rasanya hal itu jadi lebih mudah dilakukan.

6. Kesimpulan

Secara umum saya cukup menikmati perubahan dari FIFA 19 ke FIFA 20.

Mungkin itu karena saya lebih suka dengan gaya bermain yang mengedepankan penguasaan bola. Jadi saya bisa mencari celah dengan tenang tanpa perlu khawatir kalau tiba-tiba bola direbut oleh pemain lawan yang memiliki kecepatan lari 100 km/jam.

Dan untuk gamenya sendiri, sebagai versi beta ini sudah sangat bagus. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan kalau versi rilisnya nanti akan jauh berbeda dengan versi yang sekarang. Namun yang jelas, FIFA 20 adalah game yang terasa segar dan baru.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed